Jumat, 10 Desember 2010

Nama-Nama Penerbit Buku Anggota IKAPI

Sumber: www.AnneAhira.com

Para pelaku penerbitan buku di Indonesia tergabung dalam organisasi yang bernama IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia). Keanggotaan IKAPI bersifat terbuka, artinya penerbit apa pun yang menerbitkan buku jenis apa pun selama buku-buku itu memberi sumbangsih bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bisa menjadi anggota IKAPI. Tentu dengan persyaratan-persyaratan tertentu yang harus dipenuhi, di antaranya paling sedikit telah menerbitkan lima judul buku dan membayar uang pendaftaran.

Struktur keorganisasian IKAPI terdiri atas IKAPI Pusat yang berkedudukan di Jakarta dan IKAPI Cabang yang berkedudukan di setiap ibu kota provinsi. Sekretariat IKAPI Pusat berada di Jalan Kalipasir No. 32, Jakarta Pusat 10330. Telp. (021) 3141907, faks. (021) 314 6050.

Berikut nama-nama penerbit buku anggota IKAPI, alamat, dan jenis buku yang diterbitkannya. Nama-nama penerbit buku yang ditampilkan di sini adalah yang telah lama eksis dan terkenal dengan jenis penerbitannya masing-masing.

1. Gramedia Pustaka Utama (GPU)


GPU adalah penerbit terkemuka di Indonesia. Penerbit ini menerbitkan hampir semua jenis buku, kecuali buku pelajaran. Semua disiplin ilmu diterbitkan oleh penerbit ini, dari ilmu sosial, politik, budaya, agama, sastra, seni, hingga ilmu-ilmu eksakta. Penerbit ini juga menerbitkan novel, puisi, dan buku-buku teks perguruan tinggi.


Alamat: Jln. Palmerah Selatan 33-37, Jakarta Pusat 10270. Telp. (021) 53677834, faks. (021) 5360316.

2. Gramedia Widyasarana Indonesia (Grasindo)


Grasindo adalah penerbit yang berada di bawah kelompok Gramedia. Namun, penerbit ini tidak menerbitkan semua jenis buku. Grasindo hanya menerbitkan buku-buku pelajaran dari SD hingga SMA dan sedikit buku-buku fiksi yang masih berkaitan dengan mata pelajaran di sekolah, misalnya buku-buku novel yang dibicarakan dalam kurikulum bahasa dan sastra Indonesia.


Alamat: Jln. Palmerah Selatan 22-24, Jakarta Pusat 10270. Telp. (021) 5483008, faks. (021) 5491412.

3. Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)


KPG masih termasuk kelompok Gramedia. Penerbit ini banyak menerbitkan buku-buku fiksi kontemporer. Novel Saman karya Ayu Utami yang fenomenal merupakan terbitan penerbit ini.


Alamat: Jln. Palmerah Selatan 22-24, Jakarta Pusat 10270. Telp. (021) 5483008, faks. (021) 5491412.

4. Elex Media Komputindo


Juga masih kelompok Gramedia. Penerbit ini memfokuskan diri pada buku-buku komputer dan komik-komik terjemahan, terutama komik-komik Jepang.


Alamat: Jln. Palmerah Selatan 22-24, Jakarta Pusat 10270. Telp. (021) 5483008, faks. 5326219.

5. Erlangga


Penerbit yang memiliki moto “Kami Melayani Ilmu Pengetahuan” ini merupakan penerbit terdepan untuk buku-buku pelajaran dari SD sampai SMA dan buku-buku teks perguruan tinggi. Namun, belakangan penerbit ini pun melebarkan sayap dengan menerbitkan buku-buku sosial-politik, agama,filsafat, parenting, hingga buku-buku fiksi, baik terjemahan maupun karya penulis Indonesia.


Alamat: Jln. Raya H. Baping 100, Ciracas, Jakarta Timur 13740. Telp. (021) 8717006, faks. (021) 8717011.

6. Yudhistira


Juga penerbit terkemuka untuk buku-buku pelajaran, setelah Erlangga. Yudhistira menerbitkan buku-buku pelajaran untuk semua bidang studi, dari SD/Madrasah Ibtidaiyah hingga SMA/Madrasah Aliyah.


Alamat: Jln. Waru No. 20 B, Rawamangun, Jakarta Timur 13220. Telp. (021) 47864633, faks. (021) 47864621.

7. Mizan


Mizan terkenal dengan buku-buku pemikiran Islam hasil karya para intelektual dari berbagai negara Islam di dunia. Namun, setelah sukses dengan buku-buku “serius”, kini Mizan juga menerbitkan buku-buku anak, remaja, keluarga, dan buku-buku populer lainnya.


Alamat: Jln. Yodkali No. 16, Bandung 40124. Telp. (022) 7200931, faks. (022) 7207038.

8. Gema Insani


Gema Insani juga terdepan dalam buku-buku Islam. Namun, berbeda dengan Mizan yang terkenal dengan buku-buku “berat”, Gema Insani terkenal dengan buku-buku praktis, seperti panduan ibadah, tuntunan atau pelajaran membaca Al-Quran, adab berdoa, terjemahan kitab-kitab klasik karya ulama Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, dan sebagainya.


Pada mulanya, penerbit ini hanya menerbitkan buku-buku terjemahan dari karya para ulama Timur Tengah, namun kini juga menerbitkan karya para intelektual Islam Indonesia. Bahkan, mulai merambah buku-buku umum, seperti buku-buku politik dan buku-buku anak. Penerbit ini juga menerbitkan kalender, poster, agenda, dan sebagainya yang bernuansa Islam.


Alamat: Jln. Ir. H. Juanda, Depok 16418, Jabar. Telp. (021) 7708891, faks. (021) 7708894.

9. Balai Pustaka
Penerbit milik pemerintah ini terkenal dengan buku-buku pelajaran wajib dari tingkat SD hingga SMA. Balai Pustaka juga tersohor untuk buku-buku sastra lama, seperti novel-novel karya pengarang Angkatan ’20-an, misalnya Sitti Nurbaya karya Marah Rusli, sehingga angkatan sastra tersebut dikenal juga dengan nama Angkatan Balai Pustaka. Bukan hanya itu, karya para sastrawan angkatan sesudahnya, seperti Angkatan ’30-an (Pujangga Baru), Angkatan ’45, dan Angkatan ’66 juga banyak diterbitkan penerbit ini.


Alamat: Jln. Gunung Sahari Raya No. 4, Jakarta Pusat. Telp. (021) 3451616, faks. (021) 3855735.

Mengenal Personal Balanced Scorecard

Sumber: www.AnneAhira.com

Tahukah Anda bahwa ternyata ada hubungan yang kuat antara kebahagiaan karyawan dengan kesungguhan mereka bekerja di kantor? Survei mengenai kebahagiaan di tempat kerja yang dilakukan oleh Gallup Management Journal (GMJ) membuktikan hal ini.


Survei tersebut juga menemukan fakta bahwa perasaan senang merupakan faktor penting di tempat kerja. Karyawan yang bahagia akan lebih siap untuk menangani hubungan di tempat kerja, mengendalikan stress dan membaca kesempatan.


Personal Balanced Scorecard (PBSC) adalah bagian dari sebuah konsep yang dinamakan Total Performance Scorecard (TPS) yang dikemukakan oleh Hubert K. Rampersad pada tahun 2003.


PBSC merupakan alat yang efektif bagi manajer untuk melakukan pembinaan karyawan, guna mencapai integritas dan keselarasan antara kehidupan pekerjaan dan kehidupan di luar pekerjaan.


Merumuskan Ambisi Pribadi


Personal Balanced Scorecard sebenarnya merupakan catatan pribadi yang dibuat berdasarkan perenungan diri. Perumusan Personal Balanced Scorecard dimulai dengan perumusan ambisi pribadi yang terdiri dari misi, visi dan peran kunci pribadi.


Ambisi pribadi adalah citra diri pemandu seseorang untuk menghasilkan tindakan yang memiliki tujuan dan keyakinan. Misi pribadi ditujukan untuk ada, sedangkan visi pribadi ditujukan untuk menjadi.


Kebanyakan orang merasa kesulitan dalam merumuskan ambisi pribadinya. Oleh karena itu sebenarnya ada beberapa pertanyaan yang bisa dijawab untuk mempermudah perumusan visi dan misi pribadi tersebut.


Berikut ini adalah contoh pertanyaan untuk visi pribadi:



  1. Siapakah saya?

  2. Apa falsafah hidup saya?

  3. Untuk apa saya hidup?

  4. Apa aspirasi terdalam saya?

  5. Apa yang membuat saya paling bahagia?


Sedangkan pertanyaan untuk merumuskan misi pribadi adalah sebagai berikut:



  1. Kemana saya menuju?

  2. Apa yang ingin saya wujudkan?

  3. Apa tujuan jangka panjang saya?

  4. Apa yang ideal buat saya?

  5. Apa yang saya pertahankan?


Contoh pernyataan ambisi pribadi adalah sebagai berikut:
Visi: Saya Ingin Menjadi Penulis.
Misi: Saya akan mewujudkan cita-cita saya menjadi penulis dengan cara sebagai berikut:



  1. Lebih banyak berlatih menulis dengan mengikuti lomba kepenulisan.

  2. Mengikuti berbagai workshop dan pelatihan menulis.

  3. Mempertahankan stabilitas keuangan agar tetap dapat membeli buku sebagai sumber ide.

  4. Menikmati pekerjaan menulis dan berinisiatif untuk terus belajar.


Peran Kunci Pribadi


Peran kunci pribadi adalah cara yang Anda pilih untuk memenuhi berbagai peran penting dalam kehidupan Anda, sehingga dapat mewujudkn misi dan visi pribadi Anda.


Contohnya adalah sebagai pasangan, sebagai ibu/ayah, sebagai sahabat, sebagai anak, sebagai anggota organisasi, dan lainnya.

Tindakan Perbaikan dalam Empat Perspektif Personal Balanced Scorecard


Terdapat empat perspektif dalam Personal Balanced Scorecard, yaitu:



  1. Perspektif internal, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan diri sendiri seperti level stress, level kegembiraan, berat badan, tingkat kebugaran tubuh, dll

  2. Perspektif eksternal, yaitu yang berkaitan dengan hubungan sosial dengan orang lain seperti atasan, bawahan, anak, pasangan, sahabat, teman sejawat, dll.

  3. Perspektif pengetahuan dan pembelajaran, yaitu berkaitan dengan kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan seseorang.

  4. Perspektif keuangan, berhubungan dengan kondisi finansial seperti jumlah simpanan, jumlah pendapatan bersih, jumlah investasi, dll.


Personal Balanced Scorecard mengajak seseorang untuk menerjemahkan ambisi pribadinya dalam keempat perspektif tersebut dengan menentukan faktor kunci keberhasilan, sasaran pribadi, ukuran kinerja pribadi, target pribadi dan tindakan perbaikan pribadi.

Mendirikan Sebuah Penerbitan Buku

Sumber: www.AnneAhira.com

Perkembangan dunia penerbitan buku dewasa ini semakin berkembang, tak terkecuali di Indonesia. penerbitan buku semakin menampakkan keeksisannya dengan banyak berdiri perusahaan atas nama penerbitan buku.


Hal ini tentunya membawa dampak yang positif terhadap industri buku, perkembangan dunia tulis-menulis, dan tentunya kepada para pembaca. Bagaimana sebuah penerbitan buku didirikan?


Mendirikan sebuah penerbitan berarti mendirikan sebuah organisasi kerja dalam penerbitan. Di Indonesia belum ada ketentuan khusus, bahwa penerbitan harus berbadan hukum. Namun, jika penerbitan itu diarahkan pada bisnis, penerbit hendaknya memiliki badan hukum, paling tidak dalam bentuk CV.


Hal apa saja yang harus Anda siapkan jika ingin membuat sebuah penerbitan, penulis menuliskan beberapa langkah yang harus dipersiapkan menurut Bambang Trim, dalam bukunya “Saya Bermimpi Menulis Buku” langkah tersebut adalah:



  1. mengurus badan hukum;

  2. merekrut tenaga ahli;

  3. menyusun rencana bisnis;

  4. pengadaan naskah;

  5. pendaftaran ISBN dan KDT;

  6. perencanaan pasar dan promosi;

  7. pengelolaan naskah dan percetakan;

  8. pendaftaran asosiasi penerbit.


Hal Apa Saja yang Dilakukan Oleh Sebuah Penerbitan Buku?


Tugas penerbit buku antara lain adalah mencari naskah, mencari pengarang, menilai naskah pengarang, mengolah naskah supaya dapat memenuhi dambaan pengarang dan pembaca, menghubungi desain buku dan percetakan yang sesuai dengan buku terbitannya.


Selanjutnya mempromosikan buku terbitannya kepada pembaca melalui media massa, penyalur, toko buku, atau secara langsung ketika launching buku terbitannya, dan yang terakhir adalah mengurus kontrak dengan pengarang/ penulis dan membayarkan uang jasa bagi mereka.


Bedanya Penerbitan dan Percetakan


Penerbitan tidak dapat lepas dari yang namanya percetakan. Mereka berkaitan antara satu sama lainnya. Sehingga orang awam sering berpikir bahwa penerbitan dan percetakan itu memiliki fungsi yang sama.


Penulis jelaskan, bahwa penerbitan dan percetakan itu berbeda, penerbitan adalah yang menghasilkan naskah sedangkan percetakan adalah yang memperbanyak naskah.


Suatu penerbitan bisa saja memiliki percetakan, namun ada juga penerbitan yang hanya menghasilkan naskah saja. Sementara memperbanyaknya mereka meminta jasa percetakan di luar perusahaan mereka.


Hal ApaSaja yang Menyebabkan Suksesnya Sebuah Penerbitan Buku?


Berikut ini adalah beberapa hal di antaranya yaitu, jumlah target pembaca sasaran banyak, spesifikasi pembaca sasaran terdefinisi jelas, buku yang diterbitkan memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda dengan buku pesaing, kebutuhan buku bagi pembaca, jika sifatnya mendesak dan dapat berumur panjang.


Berikut ini rumus sukses penerbit buku yang penulis kutip dari Saya Bermimipi Menulis Buku karangan Bambang Trim. Rumusan sukses sebuah penerbit buku dengan konsep 4C, yaitu:




  • Content (isi), yaitu penerbit harus mampu menampilkan gagasan isi buku yang benar-benar dibutuhkan dan menarik bagi masyarakat pembaca.



  • Creativity (kreativitas), yaitu penerbit harus memotivasi munculnya kreativitas para penggiat buku, seperti penulis, editor, layouter, illustrator, dan desainer.



  • Cover (kemasan), yaitu penerbit harus melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan kemasan buku yang menarik,mudah di baca, tepat sasaran, dan mengikuti tren.



  • Community (komunitas), yaitu penerbit tidak akan besar sendiri, penerbit harus membangun komunitas dengan komunitas pembacanya. Caranya bisa dengan membentuk kelompok penulis/ pembaca, menerbitkan buletin atau membuka situs penerbit.


 

Ada kesalahan di dalam gadget ini

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails